Loading
Assalamualaikum Wr. Wb. Blogger Informasi . . . Semoga Blog Ini Menarik Untuk Kalian Semua . . .
DEMI MASA
Tampilkan postingan dengan label Bacaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bacaan. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Oktober 2011

Sadarkah Harta telah memperbudak kita


Sebagian orang menganggap uang dapat menyelesaikan semua masalah kita. Tapi, apakah itu benar?. Manusia tidak pernah puas dengan apa yang di milikinya mereka selalu ingin untuk membeli sesuatu milik orang lain yang lebih mewah dan bagus di mata kita. Akibat dari sifat ini, manusia tidak akan puas dengan apa yang dimilikinya saat ini. Pertayaannya :

“Apakah anda termasuk golongan seperti itu?”
“Bagaimana cara menghindarinya?”

Kepuasan adalah kebahagiaan. Tapi apakah bahagia harus mempunyai uang banyak? atu memiliki barang mewah?. Allah SWT memberi kita akal pikiran untuk berfikir dan tidak tersesat saat melangkah menuju suatu jalan. Sebuah hidup adalah pilihan, kitalah sutradara kehidupan ini, jadi kita harus berfikir agar kita tidak tersesat mengabil jalan.

Keserakahan dan tidak kepuasan, dapat kita kurangi dengan banyak merenung dan bersyukur.
                “Berapa Kali anda bersyukur setiap satu jam?”
                "Apakah semua nikmat yang diberikan-Nya telah kita Syukuri"
Mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan, akan membuat kita tidak menjadi khufur nikmat, sehingga apapun rejeki yang di berikan kepada kita, kita akan selalu mensyukurinya walau itu hanyalah nikmat kecil.

Kebahagiaan adalah pola pikir, jadi saat kita sudah merasa cukup dengan apa yang kita miliki, tentu kita akan merasa lebih bahagia daripada orang yang berkeinginan banyak sehingga ini dan itu harus dia dapatkan agar dia merasa bahagia, tetapi kebahagiaan tersebut akan segera memudar apabila kita merasa jenuh atau barang milik orang lain lebih bagus daripada milik kita, sehingga kita selalu ingin melampaui apa yang orang lain punya. Kalau begitu caranya kapan kita merasa bahagia?

Jadi, sifat tidak mau bersyukur, akan membuat kita menjadi orang yang serakah dan khufur nikmat,. sehingga, kita tidak akan puas dengan harta yang sekarang ini kita miliki, kita akan terus dibanyang banyangi oleh harta, kita akan takut harta kita berkurang, kita akan malu saat milik kita lebih jelek dari milik tetangga, dan kita akan berusaha keras untuk membuat harta kita bertambah.

Untuk itulah, ucapkanlah syukur kepada Allah SWT Sang Maha Pengasih dan Penyanyang. Walau itu hanyalah nikmat kecil semata. Tapi bukan berarti nikmat kecil hanya sebatas nikmat kecil, jika kita lebik bijak menanggapinya nikmat itu akan membuat kita lebih bersyukur lagi kepada-Nya.

Pandai-pandailah bersyukur, jangan mudah menyalahkan Allah. Karena jika itu kita lakukan kita akan lebih merasa tersiksa dengan ujian yang Allah berikan.

Semoga Allah SWT senantiasa memberi kita tuntunan untuk mendapat Hidayah-Nya. Amiiiiinnnn
read more...

Kamis, 16 Juni 2011

Berfikir Positif Ditengah Kekurangan Kita

Pertama-tama coba kita semua bersama-sama menyimak dan merunungi hikmah yang terkandung dalam ayat dibawah ini.

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah:155)

“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kalian agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar diantara kalian.” (Muhammad:31)




Dua ayat diatas, kita bisa mengetahui tentang cobaan yang Allah berikan, semata-mata karena Allah ingin memberitahu dan menjadikan kita seseorang lebih bijak dan bersabar, cobaan itu perlu untuk rohani kita, karena, bila manusia tidak pernah mengalami cobaan satu kalipun, orang itu sulit unutk memahami arti hidup.

Banyak dari saudara kita ataupun kita sendiri terlahir dengan kekurangan baik fisik maupun kekurangan rohani, seperti tidak bisa melihat dari kecil, kerdil, bibir sumbing dan segala kekurangan jasmani yang selama ini telah ada, adapun kekurangan rohani kita seperti gangguan mental dan lain-lain.

Kebanyakan dari kita berfikir bahwa orang-orang tersebut lebih buruk daripada kita disini, dari hal potensi maupun lainnya, kita merasa lebih unggul, pernahkan kita berfikir dan merasa bilamana Allah SWT memberikan posisi mereka kepada kita, tahankah kita? tabahkah kita?, itulah saudaraku, mereka diberi sabar yang luar biasa dalam menjalankan hidup, belum tentu kita bisa menyamai kesabaran mereka saat kita berada di posisi mereka.

Di tengah kekurangan kita, percayalah, Allah menyimpan rahasia yang indah di tengah kekurangan kita, tinggal bagaimana kita menanggapinya dan berfikir.

Pernahkah kalian mendengar tentang seorang pelukis yang dilahirkan dengan kondisi tanpa kedua kakinya dan tanpa kedua tangannya?, anda pasti berfikir bagaimana di bisa menjadi seorang pelukis, berkat kesabaran dan kerja kerasnya dia pun mampu menunjukkan pada dunia bahwa dia bisa menjadi pelukis hanya dengan gigi dan mulutnya. Hebatkan !!

Coba kita renungkan dari sepenggal kisah diatas, tentu di dunia ini banyak seorang pelukis, tapi dia lebih hebat, dia dapat melukis dengan mulutnya, yang belum tentu seorang pelukis lainnya bisa menyamai bakatnya tersebut.

Mari kita berfikir, dengan segala kekurangan yang kita punyai cobalah kita untuk terus maju dan tidak melihat ke belakang lagi, karena jika kita menanamkan suatu usaha dengan sungguh-sungguh, percayalah bahwa Allah akan memberika buah yang manis dari usaha keras kita,walaupun kekurangan kita menghambatnya.

Untuk itu kita, tidak boleh pesimis dengan kekurangan kita, sekarang pun seorang anak penderita bibir sumbing telah menjadi seorang pemeran utama sebuah film layar lebar.

Pesan dari saya, "Janganlah berfikir negatif dari kekurangan kita, tetapi berfikirlah tentang apa yang bisa kita buat dengan kekurangan kita".

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negeri kalian) dan bertakwalah kepada Allah supaya kalian beruntung.” (Aali ‘Imraan:200)

Semoga Allah selalu membimbing kita menuju kesuksesan dunia dan akhirat, AMMIIINNNN . . . . . .
read more...

Rabu, 15 Juni 2011

Tips Menemukan Kunci Kesuksesan

Setiap orang pasti menginginkan sukses akhirat dan di dunia, dalam menuju sukses seseorang seolah sedang berusaha menemukan sebuah kunci yang akan membuka sebuah pintu yaiitu sukses, berikut adalah sedikit tips yang Insya Allah berguna membantu kita meraih kesuksessan.

  • Tips pertama : Kenali Diri Anda . . .
mengenal diri kita, dari mulai kekurangan sampai kelebihan sangat membantu untuk menentukan jalan hidup mana yang kita pilih, HIDUP ITU PILIHAN maka Allah SWT menyuruh untuk secara bijak memilih jalan kita sendiri secara benar, dengan mengenal diri kita kita bisa mengetahui mana yang tidak bisa kita jalankan dan mana yang kita ahli untuk menjalankannya, karena Allah SWT menciptakan setiap manusia mempunyai potensi, walaupun itu orang cacat sekalipun, PERCAYALAH.
  • Tips kedua : Selalu Berdoa, Ikhtiar dan Bertawakkal
Tiga komponen ini harus selalu ada setiap kita akan melakukan atau menjalan kan sesuatu, kita selalu berdoa kepada Allah SWT untuk mendapatkan yang terbaik atas apa yang kita kerjakan, berdoa saja kita tidaklah cukup, berdoa harus diimbangi dengan bekerja sungguh-sungguh atau ikhtiar, setelah kita menjalankan keduanya, kita tinggal bertawakkal kepada Allah atau menyerahkan semuanya kepada Allah, karena rizki Allah yang mengatur.
  • Tips Ketiga : selalu Yakin dan Percaya Diri
Yakinlah, dan jangan pernah takut untuk mencoba meraih keberhasilan, selalu percaya diri saat kita berusaha, karena seorang panglima perang tanpa adanya keyakinan dia akan mudah tumbang dalam peperangan
  • Tips Keempat : Sabar
Dalam menanti, berjuang ataupun menghadapi suatu pekerjaan kita kadang kala tidak sabar dalam menghadapinya, apakah kita pernah berfikir kesuksesan tinggal didepan mata tetapi kita tidak sabar sehingga kesuksesan itu hilang, padahal cobaan itu sangat kita perlukan untuk kita agar lebih bijak menghadapi masalah dan sarana untuk meng introspeksi diri kita.
  • Tips Kelima : Jangan Mudah Putus Asa
Allah membenci umatnya yang putus asa, karena Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum selain kaum itu mau berusaha merubahnya sendiri, hal ini sangat penting jika kita mengkaitkannya dengan Tips Kedua. janganlah putus asa ketika mengalami kegagalan, yakinlah bahwa ini hanya masalah waktu.
  • Tips Kelima : Selalu ingat kepada Allah SWT
Sebelum atau sesudah kita mencapai kesuksesan, kita tidak boleh takkabur, ingatlah bahwa Allah yang memberi kita kesuksesan, jadi imbangi itu dengan bersedekah yang rutin, hal ini juga kita bisa lakukan ketika dalam proses menuju kesuksesan, janganlah sombong dan riya' ingatlah selalu pada Allah, karena dengan mengingatnya kita akan takut kepada azabnya dan tidak melakukan perbuatan maksiat. semoga Allah selalu melindungi kita. AMIIIN . . .
read more...

Selasa, 14 Juni 2011

Hidup itu Adil, karena Allah Maha Adil

salah satu asmaul Husna Allah SWT dari 99, yaitu Yang Maha Adil

“Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarah dan jika ada kebajikan sebesar zarah niscaya Allah akan melipatgandakan dan memberikan dari sisi-Nya pahala yg besar.”

Itulah sepenggal ayat yang menyatakan keadilan Allah SWT melalui kasih sayangnya kepada semua makhluk, sesungguhnya kita selama ini tidak mengetahui tentang betapa besarnya nikmat yang selama ini kita berikan, karena sesungguhnya distribusi rizki untuk semua makhluk telah diatur.

banyak manusia yang tidak mengetahui apa yang dia dapat dan terima selama ini, kebanyakan dari mereka merasa iri atas nikmat yang diberikan kepada orang lain lebih besar dari nikmat dia, tentu hal ini harus di hindari karena termasuk salah satu sifat tercela yaitu sifat Hasad. memang sifat iri itu bisa meracuni kita, tetapi kita mungkin bisa mengubah sifat iri itu dengan motivasi yang membuat kita bisa bersemangat untuk mencapai keberhasilan yang diraih teman kita.

Ada orang kaya dan orang miskin, di mata orang mungkin itu merupakan ketidakadilan, dan sebagian orang menyatakan kenapa semua orang tidak ditakdirkan kaya saja. coba kita renungkan, bagaimana jika hidup ini tidak ada perbedaan sama sekali, mungkin semua manusia tidak bisa saling mengisi satu sama lain dan menjadikan timbulnya sifat egois.

Sekarang kita banyangkan disebuah daerah penduduknya satupun tidak ada kekeurangan harta sama sekali, itu berarti tidak ada pembamtu, tooh semua pada kaya, tidak ada lahan sedekah karena tidak ada yang miskin.

Kalo sekarang kita banyangkan jika suatu daerah semua penduduknya bekerja menjadi dokter, pertanyaannya ? siapa sekarang yang menjadi pasien? karena mereka semua sudah pahang dengan ilmu kedokteran jadi tidak perlu pergi ke dokter.

para pembaca, coba kita rennungkan keadilan Allah SWT selama ini bagi kita, kenapa Allah menciptakan sehat diikuti dengan sakit, penyakit dengan obat, kaya dengan miskin, itu sebenarnya adalah hal yang saling mengisi satu sama lain agar hidup ini indah.

Allah juga memberika kepuasan bagi setiap makhlukNya berbeda beda, contohnya, seorang kuli sangat bahagia membelikan kasur baru untuk anak-istrinya, dimata orang berkantong tebal, hal itu dianggap sepele karena orang kaya tidak akan puas dengan kasur yang dibeli oleh seorang kuli tadi, yang membuat dia puas hanya mobil mewah. perlu kita tahu bahwa rasa puas adalah sebuah nikmat bagi kita semua.

Jadi jangan melihat seseorang dengan "apa yang kita tidak punya dari mereka" melainkan cobalah kita melihat "apa yang mereka tidak punya dari diri kita", jadi dengan prinsip ini kita bisa melihat kelebihan kita secara puas,

para pembaca, percayalah, Allah Maha Adil, semoga sedikit ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca, terima kasih
read more...

Kamis, 03 Maret 2011

Rahasia Musibah dan Bencana

Menyingkapi banyaknya musibah yang menimpa negeri tercinta ini, saya ingin mengetengahkan artikel berikut. Agar kita dapat memahami apa arti musibah yang terjadi beruntun sekarang ini, apakah ada sangkut pautnya dengan banyaknya kezaliman dinegeri ini? Misalnya saja perbuatan zina bukan tabu lagi bahkan dilakukan secara terang-terangan, korupsi seakan-akan sudah menjadi tradisi, narkotika sudah merambah ke remaja bahkan anak-anak, pengerusakan alam dan habitatnya seperti penebangan hutan secara besar-besaran oleh tangan jahil manusia demi hawa nafsunya.

Kita sekarang sedang gencar-gencar mengecam israel sebagai teroris, namun disadari atau tidak teroris yang lebih besar sedang menggerogoti negeri ini. Lihatlah akibat yang ditimbulkannya, VCD porno bisa didapatkan dimana-mana dengan harga murah, anak-anak remaja sudah bergaul dengan sangat bebasnya sampai-sampai seorang gadis yang hamil tidak tahu siapa yang menghamilinya, narkoba ada dimana-mana sampai merasuk ke sekolah-sekolah dll. Bagaimana bencana tidak akan menimpa kita?

Katakanlah: "Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (takdir) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?" Dan orang-orang munafik itu tidak memperoleh bagi mereka pelindung dan penolong selain Allah. (Al Ahzab:17).

Sebagai mana konsep taqdir, Allah menjadi sentral dari seluruh kejadian yang terkait dengan musibah. Bencana dan kebaikan adalah kehendak Allah. Sehingga Dia bertanya : "Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (taqdir) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rakhmat untukmu?"

Bencana dan rakhmat adalah salah satu cara Allah menyampaikan pesan kepada manusia bahwa Allah adalah Tuhan dan penguasa alam semesta. Tidak ada yang bisa melawan KeperkasaanNya. Tapi, Dia bukan Dzat yang sewenang-wenang. Dia Maha Penyayang.

Semua yang dia lakukan adalah untuk mengingatkan manusia , bahwa hidup ini bukan sesuatu yang ada begitu saja, berjalan dengan sendirinya, dan kemudian berakhir dengan sia-sia. Allah menciptakan skenario besar yang harus dipahami oleh manusia. Ada fase-fase yang mesti kita lewati. Ada aturan main tertentu yang mengikat kehidupan. Untuk akhirnya kembali kepada sang pencipta.

Diantaranya, Allah menciptakan suatu mekanisme sunnatullah. Siapa saja yang berbuat kebaikan akan memperoleh kebahagiaan didunia dan akherat. Sedangkan yang berbuat kejahatan akan menuai problem dalam kehidupannya.

Maka Allah mengingatkan, jangan sampai kita tidak mengerti `hukum sebab akibat` itu. Dan kemudian melakukan kesalahan. Dan, kita mendapat bencana karenanya. Sebenarnya Allah tidak ingin kita terjatuh dalam bencana, karena kesalahan kita sendiri. Apalagi berulang-ulang, karena kebodohan.

Hukum Allah tidak berubah dari yang telah ditetapkan. Barangsiapa melakukan kesalahan, dia bakal kena `hukuman`, dan barangsiapa melakukan kebajikan dia bakal menerima kebahagiaan.

"Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan meng'azab sebelum Kami mengutus seorang rasul." (Al Israa':15).

Mestinya, ketika seseorang melakukan kesalahan, dia langsung kena akibatnya. Akan tetapi, karena sifat penyayang-Nya, maka dampak perbuatannya itu ditangguhkan, sampai orang itu menyadari kesalahan dan kemudian bertobat. Dengan cara itu, orang tersebut tidak terkena bencana akibat perbuatannya sendiri. Segera mohon ampun kepada Allah. Dan kemudian Allah pasti mengampuninya. Begitulah maksud Allah.

"Jikalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumi sesuatupun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. Maka apabila telah tiba waktunya (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya." (An Nahl : 61)

Meskipun begitu, Allah masih menawarkan kasih sayangNya kepada hamba-hamba yang berbuat dosa dan kesalahan. Dalam istilah Al-Qur`an mereka telah menganiaya diri sendiri. Sebab, memang dosa itu tidak merugikan Allah sama sekali, melainkan merugikan diri mereka sendiri. Menciptkan problem buat hidupnya sendiri.

"Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (An-Nissa : 110).

Dalam konteks yang lebih besar pun sama. Allah menjalankan aturan main dan sunnatullah tersebut untuk manusia secara kolektif. Misalnya, sebuah negara dan bangsa.

Allah tidak pernah membinasakan suatu kota atau negeri, kecuali masyarakatnya telah berlaku kezaliman yang kelewatan. Kemudian Allah mengutus rasul atau nabi atau utusan tertentu untuk mengingatkan mereka. Jika mereka tetap membandel, maka jatuhlah Taqdir Allah berupa musibah dan bencana. Kalau sudah begitu, tidak ada satu cara pun untuk menghindar. Saat `ajal` telah datang, setelah berkali-kali diberi kesempatan.

"Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman." (Al-Qashash : 59).

Kata-kata `Tuhanmu membinasakan` bukan menggambarkan kesewenang-wenangan. Melainkan menggambarkan Kekuasaan yang tidak terbatas. Tiada bandingnya. Sekaligus menunjukkan peranan sentral dalam menentukan Taqdir. Musibah dan bencana.

Untuk menunjukkan bahwa Dia tidak sewenang-wenang Allah menjamin secara tegas, Dia tidak akan menghancurkan negeri-negeri secara zalim. Apalagi jika penduduknya orang-orang yang berbuat kebajikan.

"Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan." (Huud : 117).

Akan tetapi kalau sudah kelewatan, Allah bakal menurunkan azabNya. Dan tidak ada yang bisa menghalangiNya. Tapi semua itu dalam konteks untuk mengingatkan agar kembali dan bertobat. Dan Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

"Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Yunus : 107).

Semoga kita terhindar dari bencana dan musibah dengan berbuat taat kepada yang telah menciptkan kita. Amin.


Dipetik dari buku Mengubah Taqdir oleh Agus Mustofa

read more...

Sabtu, 20 November 2010

Menyikapi Bencana Alam

Assalamualaikum Wr. Wb.

Ya Allah, ringankanlah musibah yang menimpa saudara-saudara kami di manapun mereka berada, kuatkanlah mereka wahai Yang Maha Agung lagi Maha Pemurah. Ya Allah, tenangkanlah rasa takut mereka, obatilah kelaparan dan dahaga mereka, tutupilah aurat mereka, karuniakanlah kepada mereka tempat tinggal yang baik, wahai Yang Maha Agung lagi Maha Pemurah.

Ya Allah, ampunilah segala dosa kami, baik yang kecil maupun yang besar, yang terdahulu maupun yang akan datang, serta yang tersembunyi maupun yang terlihat. Ya Allah, sesungguhnya kami telah mendzalimi diri kami, jika Engkau tidak mengampuni dan mengasihi, niscaya kami akan menjadi orang-orang yang merugi.

Gempa bumi yang serasa berurutan, dan kita tidak akan tahu dimanakah selanjutnya. Para ahli hanya bisa memprediksi dan mengukur, itupun sangat minim. Hanya Allah SWt yang mengetahui semua yang akan terjadi di bumi ini. Sebagai seorang muslim yang menuju mukmin. Mari jangan hanyut dalam kesedihan, tetap tabah dan mengambil pelajaran-pelajaran penting untuk dihari depan.

Memperkuat Keimanan:

Peristiwa ini dan semisalnya akan membimbing seorang muslim dengan bertambahnya keimanan akan kesempurnaan kuasa dan kekuatan Allah SWT, serta meyakini bahwa Allah-lah yang mengatur alam ini sesuai dengan kehendak-Nya, dan memutuskan apa yang Ia inginkan. Tidak ada seorangpun yang bisa menolak keputusan-Nya.

" Yang Berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian kamu kepada keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami(nya)".[TQS. Al An'am : 65]

Maksud dari "azab dari atas" dalam ayat tersebut adalah seperti petir, halilintar yang menghancurkan, dan angin topan. Adapun makna “azab dari bawah" adalah seperti gempa dan tanah longsor.

Jabir bin Abdillah RA berkata : Ketika Rasulullah SAW membaca ayat: “Yang Berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu.” Beliau bersabda: "Aku berlindung dengan wajah Allah yang mulia". Dan ketika membaca: “atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian kamu kepada keganasan sebahagian yang lain.” Beliau bersabda : "Ini lebih ringan". [HR Bukhari].

Didalam Al Qur’an, beberapa diungkapkan bahwa semua yang terjadi didunia ini didatangkan secara silih berganti agar menjadi pelajaran untuk orang-orang yang beriman dan berakal. Untuk meningkatkan taqwa dan tidak menyia-nyiakan waktu agar produktif dalam menhambakan diri kepada Allah SWT.

Kestabilan Bumi

Konon ini juga diakui secara ilmiah bahwa untuk menjaga kestabilan posisi dan kedudukan bumi, salah satunya adanya pergerakan bumi. Yang tidak kita rasakan, tetapi kadang-kadang bisa dirasakan kedahsyatannya.

Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (TQS. Naml : 28)

Setelah kejadian ini mari kita renungi bersama nikmat Allah SWT berupa menetapnya bumi,

" Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kalian tetap". [TQS. Al Mu’min : 64]

Maksudnya : Tidak bergoncang-goncang atau bergetar.

Mari kita renungi dari sini, betapa besar Dzat yang memegang bumi ini, sehingga dia menetap dan tidak bergoncang atau bergoyang. Bayangkan bagaimana jika bumi yang kita berjalan di atas permukaannya selalu bergoncang dan bergetar, bisakah kita hidup di atasnya?, bisakah kita tidur?, bisakah kita bekerja?.

Jadi Allah SWT telah melimpahkan karunia-Nya kepada kita berupa ketenangan dan menetapnya bumi ini. Maka hendaknya kita mengambil pelajaran dari nikmat ini, lantas kita bandingkan dengan gempa yang diciptakan Allah SWT dari waktu ke waktu.

Betapa besar karunia ketenangan bumi dan alangkah sempurnanya nikmat ini. Jika bumi ini bergoncang dalam sekejap saja, telah memakan banyak korban dan kerugian, bagaimana jika bergoncang sehari penuh, atau berhari-hari, apa yang akan terjadi dengan manusia di permukaannya???.

Kewajiban Peduli dan Meringankan dengan Pertolongan

Terakhir, kita memiliki beberapa kewajiban terhadap saudara-saudara kita yang tertimpa musibah, di antaranya;

1. Berdo'a agar Allah SWT meringankan penderitaan mereka, serta menjadikan musibah ini sebagai titik tolak bagi mereka untuk kembali kepada kebaikan dan bertaubat kepada-Nya. Kita juga memohon agar Allah Subhanahu wa Ta’ala menenangkan ketakutan mereka, menutupi aurat mereka dan memberi rizki orang-orang yang ditimpa kelaparan.

2. Juga kita berkewajiban untuk mengulurkan tangan membantu mereka semampu kita. Saat ini ribuan orang sama sekali tidak memiliki tempat tinggal, rumah, makanan dan minuman. Sedangkan kita hidup dalam kenikmatan. Bersyukurlah kepada Allah SWT atas nikmat dan karunia-Nya, kemudian bantulah saudara-saudara kita semampunya!.

"Segala puji bagi Allah Yang telah memberi kita makan, minum dan mencukupi kita, serta memberi kita tempat tinggal. Betapa banyak orang yang tidak mendapatkan yang mencukupi dia serta memberi dia tempat tinggal". [HR Muslim dari Anas bin Malik]
Ujian kepada yang tertimpa, pada dasarnya ujian kepada semua!

Wa'alaikumsalam Wr. Wb.
read more...

Perahu Nabi Nuh DiTemukan ????


Dikisahkan, sekitar 4.800 tahun lalu, banjir bandang menerjang Bumi. Sebelum bencana mahadahsyat itu terjadi, Nabi Nuh -- nabi tiga agama, Islam, Kristen, dan Yahudi, diberi wahyu untuk membuat kapal besar -- demi menyelamatkan umat manusia dan mahluk Bumi lainnya.

Cerita tentang bahtera Nabi Nuh dikisah dalam berbagai buku, sejumlah film dan lain-lain. Sejumlah ahli sejarah dari berbagai negara sudah lama penasaran dengan kebenaran kisah ini.

Untuk membuktikan kebenaran cerita itulah, kelompok peneliti dari China dan Turki yang tergabung dalam 'Noah's Ark Ministries International' selama bertahun-tahun mencari sisa-sisa perahu legendaris tersebut.

Kemarin, 26 April 2010 mereka mengumumkan mereka menemukan perahu Nabi Nuh di Turki. Mereka mengklaim menemukan sisa-sisa perahu Nabi Nuh berada di ketinggian 4.000 meter di Gunung Agri atau Gunung Ararat, di Turki Timur.

Mereka bahkan mengklaim berhasil masuk ke dalam perahu itu, mengambil foto dan beberapa specimen untuk membuktikan klaim mereka.

Menurut para peneliti, specimen yang mereka ambil memiliki usia karbon 4.800 tahun, cocok dengan apa yang digambarkan dalam sejarah.

Jika klaim mereka benar, para peneliti Evangelis itu telah menemukan perahu paling terkenal dalam sejarah.

"Kami belum yakin 100 persen bahwa ini benar perahu Nuh, tapi keyakinan kami sudah 99 persen," kata salah satu anggota tim yang bertugas membuat film dokumenter, Yeung Wing, seperti dimuat laman berita Turki, National Turk, 27 April 2010.

Grup yang beranggotakan 15 orang dari Hong Kong dan Turki hadir dalam konferensi pers yang diadakan Senin 26 April 2010 lalu.

Kepada media yang hadir saat itu, mereka juga memamerkan specimen fosil kapal yang diduga perahu Nuh, berupa tambang, paku, dan pecahan kayu.

Seperti yang dijelaskan para peneliti, tambang dan paku diduga digunakan untuk menyatukan kayu-kayu hingga menjadi kapal. Tambang juga digunakan untuk mengikat hewan-hewan yang diselamatkan dari terjangan bah -- begitu juga dengan potongan kayu yang dibuat bersekat untuk menjaga keamanan hewan-hewan.

Penemuan besar ini jadi amunisi untuk mendorong pemerintah Turki mendaftarkan situs ini ke UNESCO -- agar lembaga PBB itu ikut menjaga kelestarian perahu Nuh.

Awalnya, direncananya para arkeolog akan menggali perahu itu dan memisahkannya dari gunung. Namun, hal tersebut tak mungkin dilakukan, meski nilai sejarah penemuan ini sangat tinggi.

Gunung Ararat, lokasi penemuan perahu Nabi Nuh


Diyakini, ketika air surut, perahu Nuh berada di atas Gunung. Meski tiga agama besar mengabarkan mukjizat Nabi Nuh, tak ada penjelasan sama sekali, di mana persisnya perahu itu menyelesaikan misinya.

Sejak lama penduduk lokal Turki yang tinggal di pegunungan maupun kota-kota lain percaya bahwa perahu Nabi Nuh berada di Gunung Ararat.

Apalagi, pilot pesawat temput Turki dalam sebuah misi pemetaan NATO, mengaku melihat benda besar seperti perahu di Dogubayazit, Turki.

Pada 2006, citra satelit secara detil menunjukan benda mirip kapal yang diduga perahu Nuh itu adalah gunung yang dilapisi salju.

Beberapa ahli lain berpendapat bahwa sisa-sisa perahu Nuh menjadi bagian dari pemukiman manusia -- yang selamat dari bencana banjir bah.

Namun, peneliti yang mengklaim penemu perahu Nuh membantahnya. "Kami tak pernah menemukan ada manusia yang bermukim di ketinggian 3.500 meter dalam sejarah umat manusia."

Cuaca sangat dingin di ketinggian 4.000 meter itu oleh para penemu diyakini menjaga kondisi perahu Nuh selama ribuan tahun.

read more...