Loading
Assalamualaikum Wr. Wb. Blogger Informasi . . . Semoga Blog Ini Menarik Untuk Kalian Semua . . .
DEMI MASA

Jumat, 09 Juli 2010

Madu dan Habbatussauda (2)

Rosululloh SAW bersabda,” Gunakanlah habbatussauda karena sesungguhnya didalamnya terdapat obat untuk segala penyakit, kecuali maut” (HR. Bukhori dan Muslim).

Banyak studi yang dilakukan untuk meneliti kandungan habbatussauda/jinten hitam/black seed. Beberapa diantara adalah :
  • Black Seed (habbatussauda) meningkatkan fungsi kekebalan tubuh (US Patents Sections, Antirival Agents Bulletin).
  • Black Seed (habbatussauda) menstimulasi sumsum di tulang dan imunitas sel serta produksi interferon, melindungi sel-sel normal melawan virus perusak sel, melawan sel tumor dan meningkatkan jumlah anti bodi yang memproduksi sel B. (Cancer Immuno-biology Laboratory, south Carolina)
  • Black Seed (habbatussauda) terbukti memiliki efek anti histamin, anti-oxidant, anti-biotic, anti-mycotic dan penghambat bronchitis. (Study of Oil Black Seed on Humans, American Scientists).
  • Hasil uji Black Seed (habbatussauda) membuktikan dapat dipakai untuk menyembuhkan banyak penyakit. (Pharmaceutical newspaper, Wissenschaftlicher Text).

Dalam kitab Ath-Thib An-Nabawi (pengobatan cara Nabi) yang ditulis Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah, Habbatus Sauda dikenal juga sebagai Al-Habbah Al-Barokah. Disebutkan dalam kitab tersebut bahwa Habbatus-Sauda dapat mengobati sekitar 50 macam penyakit tanpa efek samping. Subhanallah.

Para ilmuwan mengakui kemanjuran habbatussauda setelah melakukan penelitian secara empiris maupun klinis. Dantaranya :
  • Prof. Hilfdebert Wanger (German)” Habbatussauda terbukti menyembuhkan pasien alergi, neoradermitis, asthma dan lemahnya daya tahan tubuh.”
  • Prof. Lutz Bannasch (German), ” Oil Habbatussauda memiliki khasiat anti tumor tanpa efek samping seperti terjadi pada kemoterapi dan penyinaran.”
  • Prof. Satanley Kopok (USA), Habbatussauda memiliki peran sangat penting untuk mencegah tumor dan dalam jangka waktu lama memperkuat sistem kekebalan tubuh.”
  • Dr. Tajul Aris Yang (Malaysia), ” Omega yang terkandung dalam habbatussauda lebih besar 10 kali lipat daripada DHA dan EPA.

Republika Online,” Jintan hitam terbukti memiliki banyak manfaat. Direktur Institut Immonologi dari Universitas Munich, G Reitmuller mengatakan, jintan hitam dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan dapat digunakan bioregulator. Manfaat Habbatussauda dapat dijadikan obat untuk penyakit yang menyerang kekebalan tubuh, seperti kanker dan AIDS.”

”Pada masa pertumbuhan, anak membutuhkan nutrisi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh secara alami, terutama pada musim hujan anak sangat mudah terkena flu dan pilek. Kandungan Omega 3, Omega 6 dan Omega 9 yang terdapat pada Habbatussauda merupakan nutrisi untuk memperbaiki daya tahan tubuh anak, juga perkembangan jaringan otak.” Demikian Republika Online.

Firman-Nya,” Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (QS : An Nahl (16) : 69).

Rosululloh bersabda,” Penyembuhan terdapat dalam tiga hal, yakni meminum madu, sayatan alat bekam, dan sundutan dengan api. Dan aku melarang umatku berobat dengan sundutan api. (HR. Bukhori).

Penelitian Peter C. Molan (1992), peneliti dari Departement of Biological Sciences, University of Waikoto, di Hamilton, Selandia Baru membuktikan, madu mengandung zat antibiotik yang aktif melawan serangan berbagai patogen penyebab penyakit. Beberapa penyakit infeksi yang dapat “disembuhkan” dan dihambat dengan (minum) madu secara teratur antara lain penyakit lambung dan saluran pencernaan; penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), batuk dan demam; penyakit jantung, hati, dan paru; penyakit-penyakit yang dapat mengganggu mata, telinga, dan syaraf.

Penelitian Kamaruddin (1997), peneliti dari Departement of Biochemistry, Faculty of Medicine, Universiti of Malaya, di Kualalumpur. Paling tidak ada 4 faktor yang bertanggung jawab terhadap aktivitas antibakteri pada madu :
  • Kadar gula madu yang tinggi akan menghambat pertumbuhan bakteri sehingga bakteri tersebut tidak dapat hidup dan berkembang.
  • Tingkat keasaman madu yang tinggi (pH 3.65) akan mengurangi pertumbuhan dan daya hidupnya sehingga bakteri tersebut merana atau mati.
  • Adanya senyawa radikal hidrogen peroksida yang bersifat dapat membunuh mikroorganisme patogen.
  • Adanya senyawa organik yang bersifat antibakteri. Senyawa organik tersebut tipenya bermacam-macam. Yang telah teridentifikasi antara lain seperti polyphenol, flavonoid, dan glikosida.


Kode Iklan anda yang ingin ada di sebelah kiri disini
Kode Iklan anda yang ingin ada di sebelah kanan disini
Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

0 komentar sejauh ini: on "Madu dan Habbatussauda (2)"

Poskan Komentar