Loading
Assalamualaikum Wr. Wb. Blogger Informasi . . . Semoga Blog Ini Menarik Untuk Kalian Semua . . .
DEMI MASA
Tampilkan postingan dengan label Ridho Allah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ridho Allah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Oktober 2011

Perintah Menuntut Ilmu(Membaca) pada Wahyu Pertama(Al-Alaq 1-5)



Wahyu ini turun saat Nabi Muhammad SAW berada di Gua Hiro yang diturunkan lewat perantara malaikat Jibril.  Ayat ini berisi perintah untuk membaca saat Nabi Muhammad buta huruf. Mari kita baca terjemahan Surat Al-Alaq 1-5.

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah.
Yang mengajar (manusia) dengan perataraan kalam (pena).
Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

                Apa kita pernah bertanya dan berfikir, mengapa wahyu yang pertama diturunkan adalah perintah untuk “membaca”?.

                Seperti sabda rasulullah “menuntut ilmu adalah kewajiban bagi umat muslim”, artinya kita dituntut agar menuntut ilmu. Tapi jadikanlah niat kalian menuntut ilmu hanya karena Allah ta’ala, agar ilmu kita bermanfaat kelak di hari lain.

                Sekarang ini banyak orang menuntut ilmu(sekolah) dengan tujuan mencari nilai, bukan mencari ilmu. Ada juga niatnya untuk mendapat kemudahan untuk mencari pekerjaan. Apa itu salah?, tidak, hal ini tidaklah salah, tapi alangkah baiknya kita di dunia mencari ilmu hanya karena Allah ta’ala. Karena, jika kita mencari ilmu, maka nilai itu akan datang membarengi kita.

                Umat islam dituntut untuk belajar agar terhindar dari kebodohan, karena belajar itu termasuk ibadah, seperti sabda Rasulullah “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri cina”, artinya walau jaraknya jauh, kita harus tetap semangat dalam menuntut ilmu.

                Turunnya ayat ini juga untuk memperbaiki akhlak manusia pada masa itu atau disaat jaman jahilliyah. Saat itu orang-orang disana lebih cenderung menghafal daripada menulis, karena menulis dan membaca dianggap cara orang pemalas. Itulah sebabnya segian dari mereka adalah seorang buta huruf.

                Anggapan orang-orang itu jelaslah salah, karena suatu ilmu yang diabadikan lewat tulisan, dan dibaca lagi kelak oleh generasi yang lebih muda atau saat kita sedang lupa, ilmu itu tidak akan mudah hilang hilang.

                Perintah membaca ini juga membuat Rasulullah dari orang ummi(buta huruf) menjadi seseorang yang jenius dan pemimpin yang hebat. Itu terjadi karena beliau seorang yang tekun belajar dan berakhlak mulia. Apakah kita mau menjadi seperti beliau?, semoga Allah SWT selalu menuntun kita ke jalan yang benar.

Allahumma shali wa salim wa barik ‘ala muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in.
read more...

Kamis, 16 Juni 2011

Berfikir Positif Ditengah Kekurangan Kita

Pertama-tama coba kita semua bersama-sama menyimak dan merunungi hikmah yang terkandung dalam ayat dibawah ini.

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah:155)

“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kalian agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar diantara kalian.” (Muhammad:31)




Dua ayat diatas, kita bisa mengetahui tentang cobaan yang Allah berikan, semata-mata karena Allah ingin memberitahu dan menjadikan kita seseorang lebih bijak dan bersabar, cobaan itu perlu untuk rohani kita, karena, bila manusia tidak pernah mengalami cobaan satu kalipun, orang itu sulit unutk memahami arti hidup.

Banyak dari saudara kita ataupun kita sendiri terlahir dengan kekurangan baik fisik maupun kekurangan rohani, seperti tidak bisa melihat dari kecil, kerdil, bibir sumbing dan segala kekurangan jasmani yang selama ini telah ada, adapun kekurangan rohani kita seperti gangguan mental dan lain-lain.

Kebanyakan dari kita berfikir bahwa orang-orang tersebut lebih buruk daripada kita disini, dari hal potensi maupun lainnya, kita merasa lebih unggul, pernahkan kita berfikir dan merasa bilamana Allah SWT memberikan posisi mereka kepada kita, tahankah kita? tabahkah kita?, itulah saudaraku, mereka diberi sabar yang luar biasa dalam menjalankan hidup, belum tentu kita bisa menyamai kesabaran mereka saat kita berada di posisi mereka.

Di tengah kekurangan kita, percayalah, Allah menyimpan rahasia yang indah di tengah kekurangan kita, tinggal bagaimana kita menanggapinya dan berfikir.

Pernahkah kalian mendengar tentang seorang pelukis yang dilahirkan dengan kondisi tanpa kedua kakinya dan tanpa kedua tangannya?, anda pasti berfikir bagaimana di bisa menjadi seorang pelukis, berkat kesabaran dan kerja kerasnya dia pun mampu menunjukkan pada dunia bahwa dia bisa menjadi pelukis hanya dengan gigi dan mulutnya. Hebatkan !!

Coba kita renungkan dari sepenggal kisah diatas, tentu di dunia ini banyak seorang pelukis, tapi dia lebih hebat, dia dapat melukis dengan mulutnya, yang belum tentu seorang pelukis lainnya bisa menyamai bakatnya tersebut.

Mari kita berfikir, dengan segala kekurangan yang kita punyai cobalah kita untuk terus maju dan tidak melihat ke belakang lagi, karena jika kita menanamkan suatu usaha dengan sungguh-sungguh, percayalah bahwa Allah akan memberika buah yang manis dari usaha keras kita,walaupun kekurangan kita menghambatnya.

Untuk itu kita, tidak boleh pesimis dengan kekurangan kita, sekarang pun seorang anak penderita bibir sumbing telah menjadi seorang pemeran utama sebuah film layar lebar.

Pesan dari saya, "Janganlah berfikir negatif dari kekurangan kita, tetapi berfikirlah tentang apa yang bisa kita buat dengan kekurangan kita".

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negeri kalian) dan bertakwalah kepada Allah supaya kalian beruntung.” (Aali ‘Imraan:200)

Semoga Allah selalu membimbing kita menuju kesuksesan dunia dan akhirat, AMMIIINNNN . . . . . .
read more...

Senin, 05 Juli 2010

Bagaimana Mencari Ridha Allah

Ridho Allah adalah dambaan setiap muslim yang menyadari bahwa itulah harta termahal yang pantas diperebutkan oleh manusia.Tanpa ridho Allah,hidup kita akan hampa,kering,tidak dapat merasakan nikmat atas segala apa yang telah ada di genggaman kita,bermacam masalah silih berganti menyertai hidup kita.Harta berlimpah,makanan berlebih namun ketika tidak ada ridhoNya,semua menjadi hambar. Tidak tahu kemana tujuan hidup,merasa bosan dengan keadaan, seolah hari berlalu begitu saja,begitu cepat namun tanpa disertai dengan perubahan kebaikan hari demi hari. Sehingga merasa mengapa hidup hanya begini-begini saja?

Rosulullah SAW. Bersabda yang maknanya: “Barangsiapa yang membaca :
رضيت بالله ربا وبالإسلام دينا وبمحمد نبيا ورسولا
(aku rela menjadikan Allah sebagai Rabb ku dan Islam agamaku serta Muhammad adalah nabi dan rosul) maka Allah berhak untuk meridhainya”.
Namun hendaknya kita mengetahui makna dan konsekwensi dari apa yang diikrarkan, sehingga tidak hanya sekedar ucapan lisan belaka namun juga menjadi realitas dalam perbuatan sehari-hari.
Allah sebagai Rabb yang kita ikrarkan bermakna juga pasrah terhadap rencana dan pilihan-Nya, menerima dengan suka cita pahit getirnya kodrat yang digariskan, juga menerima degan apa yang Allah anugerahi. Selalu dalam bingkai ketaatan pada-Nya, selalu menjaga apa saja yang diwajibkan serta menjauhi semua larangan-laranganNya. Sabar saat ditimpa musibah, bersyukur atas nikmat yang diberiakan, rindu untuk berjumpa dengan-Nya, ikhlas dalam menjalani ibadah, selalu menjadikan Allah tempat bersandar dan hanya memohon pertolongan pada-Nya.

Sedang rela dengan agama Islam berarti pengagungan kita pada segala ritualnya, selalu proaktif dengan apa-apa yang dianjurkan,semangat menambah ilmu tentang Islam dan istiqomah dalam beramal, bangga dengan Islam serta berbahagia di dalamnya, selalu khawatir lepas dari Islam (murtad), menghormati kepada saudara seiman dan seislam serta benci kepada mereka yang mengingkari kebenaran agama Islam.
Dan yang terakhir, mengakui Muhammad SAW. sebagai nabi berarti kita harus menjadikannya panutan, mengikuti petunjuk-petunjuknya, menjalankan syari’at yang dibawa, memegang teguh sunnah-sunnahnya, mengagungkan apa yang menjadi haknya, selalu banyak bersholawat, cinta pada keluarganya (Ahlul Bait) serta para sahabat-sahabatnya, juga sayang pada ummatnya dan selalu nasehat menasehati.
Semoga yang sedikit ini dapat menjadikan diri ini selalu ingat akan kebesaran agama Islam yang tiada keraguan sedikitpun di dalamnya, tidak silau dengan tipuan dunia yang gemerlap karena kita yakin bahwa alam akherat adalah sebenar-benarnya kehidupan.

Dalam bahasa arabnya ridho Allah ternyata dilafashkan dengan wajhaAllah atau wajah Allah.Sering kita dengar perumpamaan ‘ih orang itu cari muka [wajah]‘ maksudnya cari perhatian. Demikian pula jika kita mencari wajah Allah atau perhatian Allah atau yang lebih populer ridhoNya maka pasti ada yang mesti kita lakukan. Apa? telah dijelaskan pada ayat di atas,yaitu memberikan haknya kerabat dekat,hak orang miskin,hak orang yang sedang dalam perjalanan. Itulah sebagian cara yang ditunjukkan Allah pada kita untuk mendapatkan ridhoNya disamping kita wajib selalu bertaqwa padaNya,istiqomah dalam ibadah,dan masih banyak lagi yang bisa mengundang RahmatNya bukan justru mendatangkankan murkaNya.

Memberikan hak orang yang dimaksud Allah bukan hanya bisa dilakukan oleh orang yang kelebihan harta namun bisa dilakukan oleh orang yang sadar dan ikhlas bahwa letak ketentraman hidup itu ada pada restu,ridho dan rahmat Allah.Boleh jadi rezeki yang Allah berikan pada kita hanya pas untuk makan sehari hari dan biaya hidup keluarga,namun ketika Allah telah berkenan memberi ridhoNya,rezeki yang pas itu menjadi berkah…keluarga sakinah,hati tentram,keluarga sehat wal afiat,tidak diberikan penyakit yang menguras rezeki kita,diberi keringanan beribadah,baik sholat,zakat,sedekah,sehingga hari hari yang dilalui dalam hidup penuh dengan rasa syukur.

Ridho Allah Juga bermanfaat unutk mencari kebahaigiaan atau kemakmuran di dunia ini, tapi sebenarnya apakah kebahagiaan dunia itu, unutk mengtahui indikator dunia silahkan baca : Indikator Kebahagiaan Dunia

read more...