Loading
Assalamualaikum Wr. Wb. Blogger Informasi . . . Semoga Blog Ini Menarik Untuk Kalian Semua . . .
DEMI MASA
Tampilkan postingan dengan label Hikmah Ayat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah Ayat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Oktober 2011

Perintah Menuntut Ilmu(Membaca) pada Wahyu Pertama(Al-Alaq 1-5)



Wahyu ini turun saat Nabi Muhammad SAW berada di Gua Hiro yang diturunkan lewat perantara malaikat Jibril.  Ayat ini berisi perintah untuk membaca saat Nabi Muhammad buta huruf. Mari kita baca terjemahan Surat Al-Alaq 1-5.

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah.
Yang mengajar (manusia) dengan perataraan kalam (pena).
Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

                Apa kita pernah bertanya dan berfikir, mengapa wahyu yang pertama diturunkan adalah perintah untuk “membaca”?.

                Seperti sabda rasulullah “menuntut ilmu adalah kewajiban bagi umat muslim”, artinya kita dituntut agar menuntut ilmu. Tapi jadikanlah niat kalian menuntut ilmu hanya karena Allah ta’ala, agar ilmu kita bermanfaat kelak di hari lain.

                Sekarang ini banyak orang menuntut ilmu(sekolah) dengan tujuan mencari nilai, bukan mencari ilmu. Ada juga niatnya untuk mendapat kemudahan untuk mencari pekerjaan. Apa itu salah?, tidak, hal ini tidaklah salah, tapi alangkah baiknya kita di dunia mencari ilmu hanya karena Allah ta’ala. Karena, jika kita mencari ilmu, maka nilai itu akan datang membarengi kita.

                Umat islam dituntut untuk belajar agar terhindar dari kebodohan, karena belajar itu termasuk ibadah, seperti sabda Rasulullah “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri cina”, artinya walau jaraknya jauh, kita harus tetap semangat dalam menuntut ilmu.

                Turunnya ayat ini juga untuk memperbaiki akhlak manusia pada masa itu atau disaat jaman jahilliyah. Saat itu orang-orang disana lebih cenderung menghafal daripada menulis, karena menulis dan membaca dianggap cara orang pemalas. Itulah sebabnya segian dari mereka adalah seorang buta huruf.

                Anggapan orang-orang itu jelaslah salah, karena suatu ilmu yang diabadikan lewat tulisan, dan dibaca lagi kelak oleh generasi yang lebih muda atau saat kita sedang lupa, ilmu itu tidak akan mudah hilang hilang.

                Perintah membaca ini juga membuat Rasulullah dari orang ummi(buta huruf) menjadi seseorang yang jenius dan pemimpin yang hebat. Itu terjadi karena beliau seorang yang tekun belajar dan berakhlak mulia. Apakah kita mau menjadi seperti beliau?, semoga Allah SWT selalu menuntun kita ke jalan yang benar.

Allahumma shali wa salim wa barik ‘ala muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in.
read more...

Kamis, 16 Juni 2011

Ayat-Ayat Al-Qur'an Tentang Kesabaran

قَالَ رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ وَإِلاَّ تَصْرِفْ عَنِّي كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُنْ مِنَ الْجَاهِلِينَ

“Yusuf berkata: “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan daripadaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.” (Yuusuf:33)

فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ

“Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu.” (Al-Insaan:24)

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negeri kalian) dan bertakwalah kepada Allah supaya kalian beruntung.” (Aali ‘Imraan:200)

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلاَةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.” (Thaahaa:132)

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْءَانَ تَنْزِيلاً(23) فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Qur’an kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur. Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu.” (Al-Insaan:23-24)

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya.” (Al-Kahfi:28)

Ini adalah sabar dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah.

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ

“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kalian agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar diantara kalian.” (Muhammad:31)

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah:153)

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negeri kalian) dan bertakwalah kepada Allah supaya kalian beruntung.” (Aali ‘Imraan:200)

وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الأُمُورِ

“Tetapi orang yang bersabar dan mema`afkan sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.” (Asy-Syuuraa:43)

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأَمْوَالِ وَالأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah:155)

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Az-Zumar:10)


read more...

Rabu, 09 Maret 2011

AL - WAQIAH


Surat Al-Waqi’ah adalah salah satu yang dikenal sebagai surat penuh berkah. Keberkahannya mampu melenyapkan kemiskinan dan mendatangkan rejeki bagi siapa saja yang membacanya dengan rutin.

Dalam beberapa riwayat, diungkapkan bahwa Rosulullah bersabda:

  1. Barangsiapa membaca surat Al-Waqi’ah setiap malam, maka kemiskinan tidak akan menimpa dirinya untuk selamanya
  2. Surat Al-Waqi’ah adalah surat kekayaan, maka bacalah surat itu dan ajarkan kepada anak-anak kalian
  3. Ajarkanlah istri kalian surat Al-Waqi’ah, karena sesungguhnya surat itu adalah surat kekayaan.

Dengan melihat kedudukan surat Al-Waqiah yang sedemikian besar khasiatnya untuk mendatangkan rejeki bagi kita, marilah mulai sekarang membacanya secara rutin setiap hari atau setiap malam. Karena memang surat itu penuh berkah dan mengundang kekayaan serta mengusir kemiskinan bagi siapa saja yang mau secara rutin membacanya.

tetapi tidak hanya membacanya saja kita musti harus bertawakal dan iktiar agar sukses mendapat rejeki.

read more...

Minggu, 20 Februari 2011

SALING BERDEBAT MENYEBABKAN HILANGNYA KEKUATAN

Salah satu rahasia penting dari Allah yang diungkapkan kepada orang-orang beriman adalah supaya tidak berdebat. Jika saling ber¬debat, kekuatan mereka akan hilang dan hati mereka akan menjadi lemah. Adapun ayat yang membicarakan masalah tersebut adalah sebagai berikut:

“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan jangan saling berdebat, yang menye-babkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Q.s. al-Anfal: 46).

Akhlak Qur’ani bercirikan kerendahan hati. Orang-orang yang berpegang pada nilai-nilai akhlak dalam al-Qur’an menghindari pertengkaran, mencari jalan keluar dari masa¬lah, memberikan kemudahan kepada orang, dan tidak menunjukkan ketamakan. Tanpa berpegang pada akhlak Qur’ani, pertikaian dan konflik tidak dapat dielakkan. Adalah hal yang sangat wajar jika setiap orang memiliki pendapat yang berbeda-beda. Misalnya, 20 orang dapat mengusulkan 20 pemecahan yang berbeda-beda. Masing-masing pemecahan mungkin saja cocok bagi atau benar bagi orang yang bersangkutan. Jika setiap orang bersiku¬kuh bahwa usulannya yang benar, dapat dipas¬tikan yang terjadi adalah kekacauan dan konflik. Dalam kasus seperti ini, jika tidak terwujud kesepakatan dari 20 orang tersebut, maka yang terjadi adalah pertengkaran dan ambisi pribadi, yang dapat menghapuskan amal saleh yang telah dilakukan untuk men¬cari ridha Allah. Akibatnya, seluruh kekuatan dari 20 orang tersebut akan hilang, persatuan dan persaudaraan di antara mereka akan lemah.


Orang-orang yang beriman harus saling mencintai satu sama lain, berkorban dan mempererat kesetia-kawanan dan kerja sama di antara mereka. Terutama pada saat-saat menghadapi kesulitan, mereka harus menyi¬bukkan diri mengingat Allah, lebih bersabar dan saling membantu. Saling berdebat dapat mengu¬rangi kekuatan, sedangkan kerja sama dapat meningkatkan kekuatan di antara orang-orang beriman. Dalam ayat lainnya, Allah telah mengungkapkan rahasia bahwa jika orang-orang beriman tidak menjadi teman dan pelindung satu sama lain, maka akan ter¬jadi kekacauan dan kerusakan besar di muka bumi:

“Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah (saling melindungi), niscaya akan terjadi kekacauan dan kerusakan yang besar.” (Q.s. al-Anfal: 73).

Masing-masing dari rahasia Allah tersebut telah diungkapkan, dan orang-orang Muslim dibebani tanggung jawab. Orang Muslim tidak boleh menganggap bahwa pertengkaran dengan sesama Muslim merupakan hal yang remeh, dengan mengatakan, “Bagaimanakah jika kita berdebat?” Karena, sebagaimana telah diberitahukan oleh Allah kepada kita, setiap pertengkaran antara orang-orang Mus¬lim, artinya menghilangkan kekuatan orang-orang beriman, terhadap hal ini, orang-orang Muslim akan dimintai tanggung jawab oleh Allah. Itulah sebabnya Nabi kita tercinta saw. bersabda, “Takutlah kepada Allah, berda¬mailah sesama kamu agar Allah men¬cipta¬kan perdamai¬an sesama Muslim.”

Orang-orang Muslim jangan sampai saling melihat kesalahan atau kekurangan masing-masing, tetapi sebaliknya supaya menutupi kesalahan sesama Muslim yang lain dengan penuh kasih sayang. Kekuatan orang-orang beriman berasal dari persatuan ini, artinya mengerahkan segenap tenaganya untuk mendakwahkan agama Allah dan akhlak al-Qur’an. Dengan persatuan, mereka dapat berkonsentrasi untuk menyampaikan tanda-tanda keberadaan Allah melalui karya-karya ilmiah dan melakukan pelayanan yang bermanfaat bagi umat manusia. Namun, kita harus ingat bahwa setiap orang yang melaku¬kan pelayanan ini harus diniatkan terutama untuk mencari kehidupan yang abadi di akhirat dan agar diselamatkan dari azab Allah.

read more...

ALLAH MENGARUNIAKAN PEMAHAMAN KEPADA ORANG-ORANG YANG BERTAKWA

Rahasia lain yang diungkapkan dalam al-Qur’an adalah bahwa Allah memberikan ke-mampuan kepada orang-orang yang ber¬iman kemampuan untuk membedakan antara yang benar dan yang salah. Hal ini disebut sebagai “hikmah”. Allah menceritakan rahasia ini dalam Surat al-Anfal sebagai berikut:

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqan (petun¬juk yang dapat membedakan antara yang hak dan batil) dan menghapuskan segala kesalah¬anmu dan mengampunimu. Dan Allah mem-punyai karunia yang besar.” (Q.s. al-Anfal: 29).

Sebagaimana telah dijelaskan dalam bab terdahulu, Allah mengaburkan pemahaman orang-orang kafir. Orang-orang ini, betapa¬pun cerdasnya otak mereka, tidak dapat me¬ma¬hami prinsip-prinsip agama yang sangat jelas. Hikmah adalah sifat istimewa yang dimiliki orang-orang yang ber¬iman. Sebagian besar manusia menganggap bahwa kecer¬dasan otak dan hikmah itu memiliki makna yang sama. Kecerdasan otak adalah kemampuan pikiran yang dimiliki oleh setiap orang. Misalnya, menjadi seorang ilmuwan ahli atom atau jenius di bidang matematika menunjuk¬kan kecerdasan otak. Akan tetapi hikmah adalah hasil dari ketakwaan seseorang kepada Allah dan digunakannya hati nurani, sama sekali tidak ada hubungannya dengan kece-rdasan otak. Bisa saja seseorang sangat cerdas otaknya, tetapi ia tidak akan menjadi orang bijak selagi ia tidak bertakwa kepada Allah.

Dengan demikian, hikmah adalah rahmat dari Allah yang dikaruniakan kepada orang-orang yang beriman. Orang-orang yang di¬jauh¬kan dari pemahaman seperti itu bahkan tidak menyadari keadaan mereka. Misalnya, orang-orang yang menganggap bahwa mereka adalah sumber kekuasaan dan kekayaan, lalu menjadi sombong. Sesungguhnya anggapan dan sikap seperti ini menunjukkan bahwa ia tidak memiliki hikmah. Karena jika ia memi¬liki hikmah, ia akan menyadari bahwa tidak ada sesuatu pun yang berkuasa kecuali Kehen¬dak Allah. Kesadaran ini pada akhirnya akan menghasilkan sikap yang rendah hati. Namun, orang seperti ini tidak berpikir bahwa jika Allah menghendaki, semua kekayaannya dapat musnah dalam waktu sekejap, atau bahwa dia dapat menghadapi kematian, dan semua yang ia miliki ia tinggalkan di dunia, dan ia akan berada di neraka untuk menerima balasannya. Semua ini lebih pasti dan lebih nyata daripada apa yang dimiliki seseorang di dunia. Hanya orang-orang beriman yang bertakwa kepada Allah yang memiliki pema¬ham¬an seperti ini, sehingga mereka tidak tertipu oleh kehidupan dunia. Mereka meng¬habiskan hidup mereka dengan memahami hakikat segala sesuatu. Allah mengaruniakan pemahaman kepada orang-orang beriman mela¬lui keimanan mereka. Jika mereka me¬rasa semakin dekat kepada Allah, pema¬ham¬an mereka pun meningkat dan mereka men¬jadi lebih memahami rahasia-rahasia ciptaan Allah.
read more...

Kamis, 29 Juli 2010

Tafsiran Surat Al Ashr


وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3


”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”.

Menurut Ibnu Katsir, surat Al-’Ashr merupakan surat yang sangat populer di kalangan para sahabat. Setiap kali para sahabat mengakhiri suatu pertemuan, mereka menutupnya dengan surat Al-’Ashr.

“Sekiranya manusia mau memperhatikan (kandungan) surat ini, niscaya surat ini akan mencukupkan baginya.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir pada Surat Al ‘Ashr)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan bahwa perkataan Al Imam Asy Syafi’i itu adalah tepat karena Allah ? telah mengkhabarkan bahwa seluruh manusia dalam keadaan merugi (celaka) kecuali barang siapa yang mu’min (beriman) lagi shalih (beramal shalih) dan ketika bersama dengan yang lainnya saling berwasiat kepada jalan yang haq dan saling berwasiat di atas kesabaran. (Lihat Majmu’ Fatawa, 28/152)


  • Keutamaan Surat Al ‘Ashr
Al Imam Ath Thabrani menyebutkan dari Ubaidillah bin Hafsh ?, ia berkata: “Jika dua shahabat Rasulullah ? bertemu maka keduanya tidak akan berpisah kecuali setelah salah satu darinya membacakan kepada yang lainnya surat Al ‘Ashr hingga selesai, kemudian memberikan salam.” (Al Mu’jamu Al Ausath no: 5097, dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani di dalam Ash Shahihah no. 2648)

  • Kandungan Surat Al ‘Ashr
Pada ayat pertama: ((وَالْعَصْرِ
Allah ? bersumpah dengan al ‘ashr yang bermakna waktu, zaman atau masa. Pada zaman/masa itulah terjadinya amal perbuatan manusia yang baik atau pun yang buruk. Jika waktu atau zaman itu digunakan untuk amal kebajikan maka itulah jalan terbaik yang akan menghasilkan kebaikan pula. Sebaliknya jika digunakan untuk kejelekan maka tidak ada yang dihasilkan kecuali kerugian dan kecelakaan.

Imam Syafi’I dan juga Tafsir Mizan menyatakan bahwa walaupun surat Al-’Ashr pendek, tapi ia menghimpun hampir seluruh isi Al-Qur’an. Kalau Al-Qur’an tidak diturunkan seluruhnya dan yang turun itu hanya surat Al-’Ashr saja, maka itu sudah cukup untuk menjadi pedoman umat manusia.

Thabathaba’i menyebutkan, “Surat ini menghimpun seluruh pengetahuan Qur’ani. Surat ini menghimpun seluruh maksud Al-Qur’an dengan kalimat-kalimat yang indah dan singkat. Surat ini mengandung ayat-ayat Makkiyah dan Madaniyah, meskipun surat ini lebih tampak sebagai surat Makkiyah.”

Surat ini diturunkan di kota Mekkah dan ayatnya berjumlah 3 ayat


Pesan Moral Surat Ini

  • Bahwa Allah berhak untuk bersumpah dengan makhluk-Nya mana saja yang dikehendaki-Nya sedangkan seorang hamba tidak boleh bersumpah selain dengan (atas nama) Khaliqnya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW., “Barangsiapa yang bersumpah dengan selain Allah, maka dia telah melakukan kekufuran atau berbuat kesyirikan.”
  • Semua manusia berada dalam kerugian kecuali orang yang memiliki empat kualifikasi, yaitu iman, amal shalih, nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.
  • Iman semata yang hampa dari amal, tidak akan berguna bagi pemiliknya.
  • Keutamaan berdakwah kepada Allah Ta’ala dan saling nasehat-menasehati.
  • Keutamaan sabar dengan semua jenis-jenisnya, khususnya terhadap hal yang dialami oleh seorang Muslim sebagai resiko yang harus dihadapinya di dalam berdakwah kepada Rabbnya, baik berupa perkataan, tindakan secara fisik, terhadap hartanya ataupun anaknya.

read more...

Selasa, 22 Juni 2010

SINAR CAHAYA AYAT KURSI


Dlm sebuah hadis, ada menyebut perihal
seekor syaitan yg duduk diatas pintu
rumah.Tugasnya ialah utk menanam
keraguan di hati suami terhadap
kesetiaan isteri di rumah dan keraguan
dihati isteri terhadap kejujuran suami
di luar rumah. Sebab itulah Rasulullah
tidak akan masuk rumah sehinggalah
Baginda mendengar jawaban salam daripada
isterinya. Disaat itu syaitan akan lari
bersama-sama dengan salam itu.
Hikmah Ayat Al-Kursi mengikut Hadis-hadis:

1) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi
apabila berbaring di tempat tidurnya,
Allah SWT mewakilkan dua orang Malaikat
memeliharanya hingga subuh.

2) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di
akhir setiap sembahyang Fardhu, dia akan
berada dlm lindungan Allah SWT hingga
sembahyang yang lain.


3) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di
akhir tiap sembahyang,tidak menegah akan
dia daripada masuk syurga kecuali maut
dan barang siapa membacanya ketika
hendak tidur, Allah SWT memelihara akan
dia ke atas rumahnya, rumahjirannya dan
ahli rumah-rumah disekitarnya.

4) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di
akhir tiap2 sembahyang fardhu, Allah SWT
menganugerahkan dia setiap hati orang
yg bersyukur, setiap perbuatan orang yg
benar, pahala nabi2 serta Allah
melimpahkan padanya rahmat.

5) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi
sebelum keluar rumahnya, maka Allah SWT
mengutuskan 70,000 Malaikat kepadanya -
mereka semua memohon keampunan dan
mendoakan baginya.

6) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di
akhir sembahyang Allah SWT akan
mengendalikan pengambilan rohnya dan dia
adalah seperti orang yang berperang
bersama Nabi Allah sehingga mati syahid.

7) Barang siapa yang membaca ayat
Al-Kursi ketika dalam kesempitan nescaya
Allah SWT berkenan memberi pertolongan
kepadanya.

Dari Abdullah bin 'Amr r.a.,
Rasulullah S.A.W.bersabda,"Sampaikanlah
pesanku biarpun satu
ayat..."

"Utamakan SELAMAT dan
SEHAT untuk Dunia Mu,Utamakan SHOLAT dan
ZAKAT untuk Akhirat Mu" Subhanallah...

Example:Seorang penuntut wanita yang beragama islam di amerika dlm perjalanan pulang ke rumah,dan mengambil jalan shortcut ke rumahnya.. dalam perjalanannya,kelihatan seorang lelaki yang bersandar di tepi dinding kelihatan sprt menunggu sesuatu.. Lantas wanita yang hanya berseorangan itu membaca ayat kursi dan memohon perlindungan drpd Allah SWT dr sgala kejahatan yang bakal menimpanya..

Dan akhirnya wanita tersebut berjaya smp ke rumah tanpa sbrg malapetaka yang menimpa.. keesokannya terhias di dada akhbar tntg seorg wanita yg dirogol di jalan yang telah dilaluinya semlm dan pd waktu yang terdekat setelah dia melaluinya.

Lantas dgn perasaan hairan,dia ke pjbt polis untuk bertemu dgn perogol tersebut dan jelaslah bhw lelaki tersebut adlh lelaki yang bersandar di tepi dinding semlm..Pabila ditanya mengapa dia tdk dijadikan mangsa..

Perogol tersebut menjawab..bhw disisi wanita tersebut diiring dua org lelaki sasa yang bertubuh besar..

Lantas wanita tersebut memanjatkan syukur kpd Allah SWT..

Wallaua'lam..

read more...